Jokowi: Dalam Demokrasi Menang Kalah Wajar, Yang Penting Persatuan
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperjelas keutamaan peranan dan kontributor organisasi relawan dan organisasi pemuda di Tanah Air untuk jaga pemilu serempak di tahun 2024 kedepan supaya masih tetap jalan damai. King88bet
Menurut dia, pemilu tetap mempunyai potensi memunculkan beberapa dampak negatif dan kemelut dalam masyarakat.
Disini peranan dan kontributor organisasi relawan, organisasi pemuda seperti Kokam Muhammadiyah benar-benar dibutuhkan," tutur Jokowi waktu mendatangi Apel Besar Pasukan Instruksi Kesiagaan Angkatan Muda (Kokam) Muhammadiyah di Stadion Manahan, Surakarta, Jawa tengah, Rabu (20/9).
king88bet login alternatif
Jokowi memperjelas, jika warga Indonesia jangan terbelah karena pemilu. Disamping itu, lompatan bangsa ke arah perkembangan jangan terhambat karena hanya persaingan perebutan kekuasaan.
Ia menyebutkan, Indonesia memerlukan figur pimpinan yang bisa mempersatukan dan layani masyarakat, dan bekerja secara micro, makro, dan terinci.
Jokowi: Dalam Demokrasi Menang Kalah Wajar, Yang Penting Persatuan
"Oleh karenanya, saya menginginkan support keluarga besar Muhammadiyah untuk jaga pemilu yang damai dan jaga kebersinambungan pembangunan untuk Indonesia maju yang kita cita-citakan," katanya.
"Dalam demokrasi, ketidaksamaan opsi itu lumrah, berbeda opsi itu lumrah, kalah dan menang itu lumrah, beradu argumentasi, beradu argument itu lumrah. Yang terpenting dan paling penting persatuan, kesatuan kita harus terus kita menjaga bersama," katanya.
Jokowi lalu mengingati keutamaan mempunyai pimpinan yang stabil dan berani memutuskan, dampak negatif, sampai bertemu dengan siapa saja saat perjuangkan kebutuhan Indonesia.
Ia menyebutkan, Indonesia memerlukan figur pimpinan yang bisa mempersatukan dan layani masyarakat, dan bekerja secara micro, makro, dan terinci.
"Oleh karenanya, saya menginginkan support keluarga besar Muhammadiyah untuk jaga pemilu yang damai dan jaga kebersinambungan pembangunan untuk Indonesia maju yang kita cita-citakan," katanya.
Presiden Republik Indonesia Joko Widodo atau Jokowi meninjau Gudang Bulog DKI Jakarta saat peluncuran program Bantuan Pangan Cadangan Beras Pemerintah. Lewat program ini, pemerintah akan mendistribusikan beras medium gratis kepada 21,3 juta keluarga penerima manfaat (KPM) selama tiga bulan, mulai September-November 2023.